Dr Adian Husaini dalam kegiatan bedah buku Mohammad Natsir: Negarawan, guru dan dai teladan Pondok Pesantren Al-Umm

Apa kewajiban santri setelah lulus dari pesantren?

Malang, 13 September – Sabtu malam, Pesantren Al-Umm kembali menjadi saksi kehadiran salah satu tokoh pendidikan dan pemikiran islam Dr Adian Husaini dalam rangka kegiatan bedah buku terbaru beliau yang berjudul Mohammad Natsir: Negarawan, guru dan dai teladan. Acara bedah buku ini pada dasarnya dikhususkan untuk para guru dan mahasantri Ma’had Aly Al Aimmah, dikarenakan tingginya antusias santri dan santriwati Al-Umm mendapatkan ilmu, maka beliau dengan senang hati memberikan dua sesi ceramah, sesi kuliah umum dan khusus. Dalam sesi umum beliau memantik santri dengan pertanyaan “siapa yang mau menjadi guru ?” dan “apa kewajiban santri setelah lulus dari pesantren?”, beliau memantik dengan pertanyaan tersebut karena merasa heran dengan para santri zaman sekarang, yang cita-citanya hanya melanjutkan kuliah saja, padahal menurut beliau, kewajiban santri setelah mereka lulus adalah JIHAD DENGAN MENGAJAR UMAT.

Setelah mengawali dengan pertanyaan, beliau melanjutkan kuliah umumya dengan mengenalkan profil singkat Mohammad Natsir, di mana beliau belajar, siapa saja gurunya dan menjelaskan alasan mengapa Mohammad Natsir memilih tidak melanjutkan kuliah dan memutuskan menjadi guru agama bagi masyarakat dan rela tidak dibayar.

Beliau juga membeberkan rahasia mengapa tokoh-tokoh besar seperti Mohammad Natsir, KH Hasyim Asy’ari, KH Ahmad Dahlan bisa menjadi orang sukses, karena mereka benar-benar menerapkan adab fi thalabil ilmi, dimulai dari selektif memilih guru, mengerahkan segenap hatinya dan ikhlas dalam menuntut ilmu. Acara sesi umum ini ditutup dengan wasiat beliau kepada para santri dengan membacakan surat Lukman ayat 17:

“(wahai anakku tegakkanlah shalat dan perintahlah (manusia) berbuat yang ma’ruf dan cegahlah (mereka) dari yang mungkar, dan bersabarlah terhadap apa yang menimpamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk perkara yang harus diutamakan),”

itulah kriteria santri berhasil dan sukses yang sesungguhnya ketika bisa menerapkan perkara-perkara pada ayat tersebut” tutur beliau. Dr. Adian Husaini ingin menegaskan kepada santri bahwa standard kesuksesan dan keberhasilan belajar itu bukan hanya diukur dari dia bisa melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi yang bergengsi, tapi juga diukur dengan kriteria kesuksesan menurut al quran dan sunnah nabi.

Dr Adian Husaini dalam kegiatan bedah buku Mohammad Natsir: Negarawan, guru dan dai teladan Pondok Pesantren Al-Umm

Leave a Reply

Your email address will not be published.Required fields are marked *