MALANG — SMP Islam Al-Umm Malang menyelenggarakan kegiatan *Expokarya Kearifan Lokal* pada Rabu–Kamis, 21–22 Oktober 2026. Kegiatan kokurikuler ini menjadi ajang bagi para santriwan dan santriwati untuk menampilkan hasil karya proyek kolaboratif yang memadukan berbagai mata pelajaran sekaligus menumbuhkan karakter dan kecintaan terhadap kebudayaan lokal Indonesia.
Kegiatan dilaksanakan selama dua hari dengan pembagian peserta, yakni Rabu, 21 Oktober 2026, untuk santriwan dan Kamis, 22 Oktober 2026, untuk santriwati. Melalui kegiatan ini, para siswa tidak hanya memamerkan hasil karya, tetapi juga menunjukkan proses pembelajaran yang melibatkan perencanaan, kerja kelompok, kreativitas, serta penerapan ilmu dari berbagai disiplin mata pelajaran.
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala SMP Islam Al-Umm Malang, Heri Bagus Ardiansyah, M.Pd., Gr. Kegiatan ini turut mendapatkan sambutan dari Kepala Divisi Pendidikan YBM, KH. M. Mujib Anshar, S.H., M.Pd.I., serta dihadiri oleh Mudir Pesantren Al-Umm, KH. Muhammad Syuaeb Alfaiz, Lc., M.Si.

Kokurikuler sebagai Sarana Pembentukan Karakter
Dalam rangkaian praacara Unjuk Kerja, KH. M. Mujib Anshar, S.H., M.Pd.I., menyampaikan bahwa pembelajaran kokurikuler memiliki peran penting dalam membentuk karakter peserta didik. Pendidikan karakter, menurut beliau, tidak hanya terlihat dari hasil akhir sebuah proyek, tetapi juga dapat diamati sejak tahap perencanaan, proses pembuatan, hingga evaluasi karya.
Melalui rangkaian proses tersebut, siswa dilatih untuk memiliki sikap tanggung jawab, kreatif, mampu bekerja sama, dan membangun kolaborasi dengan teman satu kelompok. Berbagai nilai tersebut menjadi bagian penting dari tujuan pembelajaran kokurikuler, yang tidak hanya berorientasi pada produk, tetapi juga pada proses tumbuhnya karakter positif dalam diri setiap siswa.
Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan peserta didik terhadap kebudayaan lokal Indonesia. Kearifan lokal merupakan bagian dari kekayaan bangsa yang perlu dikenali, dipahami, dikembangkan, dan dilestarikan oleh generasi muda.
Unjuk Karya dan Kerja, Bukti Nyata Pembelajaran Kolaboratif
Suasana Expokarya berlangsung meriah dengan antusiasme para santriwan dan santriwati dalam menyambut pengunjung serta mempresentasikan hasil karya yang telah dipersiapkan jauh-jauh hari. Mereka tidak hanya menunjukkan produk yang dihasilkan, tetapi juga menjelaskan gagasan, proses pembuatan, serta keterkaitan karya dengan pembelajaran lintas mata pelajaran.
Semangat para siswa terlihat ketika mereka mengajak para pengunjung untuk melihat, mengenal, bahkan menikmati hasil karya yang telah disiapkan. Momen tersebut menjadi pengalaman belajar yang bermakna karena siswa memperoleh kesempatan untuk mengomunikasikan ide, mempertanggungjawabkan hasil kerja, dan belajar menghargai kontribusi setiap anggota kelompok.
Kegiatan ini juga menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan keberanian, kemampuan presentasi, kemandirian, serta keterampilan menyelesaikan masalah. Dengan demikian, pembelajaran tidak berhenti di ruang kelas, tetapi diwujudkan melalui pengalaman nyata yang melibatkan proses berpikir, berkarya, dan berinteraksi.

Penilaian Karya oleh Dewan Juri
Untuk memberikan penilaian terhadap hasil proyek dan unjuk kerja siswa, kegiatan Expokarya Kearifan Lokal melibatkan dewan juri yang terdiri atas KH. M. Mujib Anshar, S.H., M.Pd.I., dan KH. Muhammad Syuaeb Alfaiz, Lc., M.Si.
Penilaian menjadi bagian dari proses evaluasi pembelajaran untuk melihat bagaimana siswa mengembangkan gagasan, mengerjakan proyek secara kolaboratif, serta menyajikan hasil karya mereka. Melalui proses tersebut, siswa diharapkan memperoleh pengalaman berharga dalam menerima evaluasi, menghargai proses, dan terus meningkatkan kualitas karya pada kesempatan berikutnya.
Menumbuhkan Generasi Berkarakter dan Cinta Budaya
Penyelenggaraan Expokarya Kearifan Lokal merupakan salah satu upaya SMP Islam Al-Umm Malang untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih kontekstual, kolaboratif, dan bermakna. Integrasi berbagai mata pelajaran dalam satu proyek memberikan kesempatan kepada siswa untuk memahami bahwa ilmu pengetahuan dapat saling terhubung dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Lebih dari sekadar pameran hasil karya, kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran karakter yang menanamkan nilai tanggung jawab, kreativitas, kerja sama, kolaborasi, serta kepedulian terhadap pelestarian budaya bangsa.
Melalui kegiatan ini, SMP Islam Al-Umm Malang berharap para santriwan dan santriwati memperoleh pengalaman belajar yang berkesan, semakin berkembang dalam potensi dan keterampilannya, serta tumbuh menjadi generasi yang beradab, berprestasi, kreatif, dan memiliki kepedulian untuk menjaga kekayaan budaya Indonesia.
Expokarya Kearifan Lokal bukan sekadar tentang apa yang berhasil dibuat oleh siswa, melainkan juga tentang karakter, kebersamaan, dan nilai-nilai kebaikan yang tumbuh selama proses berkarya.
