Haflut Takhrij Pesantren Al Umm ke-6: Peran Santri dan Alumni Menuju Indonesia Emas

MALANG – Pesantren Al-Umm Malang kembali menyelenggarakan Haflut Takhrij ke-6 sebagai momentum pelepasan santri sekaligus ungkapan rasa syukur atas selesainya proses pendidikan para santri yang telah menempuh perjalanan belajar dan pembinaan di pesantren.

Acara yang berlangsung dengan penuh khidmat dan haru tersebut dihadiri oleh wakil wali kota Malang, jajaran pengasuh pesantren, para asatidz dan asatidzah, wali santri, tokoh masyarakat, serta para tamu undangan.

Dalam sambutannya Kasi Pendma kota Malang bapak Abdul Mughni, S.Ag., M.Pd. menyampaikan bahwa sejatinya tidak ada istilah “mantan guru”, karena guru akan tetap menjadi sosok yang memberikan ilmu dan manfaat sepanjang kehidupan murid-muridnya. Beliau juga menekankan bahwa memondokkan anak merupakan pilihan pendidikan yang sangat tepat karena pesantren menjadi tempat tumbuhnya berbagai aspek kehidupan, baik akademik, moral, agama, maupun keterampilan.

Mewakili para santri, Akh. Muhammad Navis Al-Mukarrom menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh guru atas dedikasi dan jasa-jasa dalam mendidik para santri hingga mampu menyelesaikan pendidikan dengan baik. Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan selama menempuh pendidikan di pesantren.

Dalam pesannya, ia mengingatkan bahwa segala yang dilakukan selama berada di pesantren merupakan proses menanam yang hasilnya akan dipetik di masa depan.

Ada hari untuk menanam dan ada hari untuk menuai.”

Ia juga mengibaratkan perjuangan santri dengan pepatah “Pelaut yang hebat tidak lahir dari laut yang tenang”, sebagai pengingat bahwa kesuksesan memerlukan proses, tantangan, dan keberanian keluar dari zona nyaman.

Sementara itu, KH. M. Ulin Nuha Muhtadi, M.Si. yang mewakili wali santri menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pendidik yang telah mendampingi para santri dengan penuh kesabaran. Beliau mengungkapkan bahwa selama tiga tahun menjalani pendidikan di pesantren, perubahan yang signifikan tampak pada diri para santri, baik dari segi akhlak, bacaan Al-Qur’an, maupun ilmu yang dimiliki.

Beliau berpesan bahwa keberhasilan sejati tidak hanya diukur dari banyaknya ilmu yang dimiliki, namun dari sejauh mana ilmu tersebut dapat diamalkan dalam kehidupan.

Pada kesempatan tersebut, Ust. Abdul Wahid, S.Pd., M.Si. selaku kepala madarasah aliyah al umm juga menegaskan bahwa perpisahan bukanlah akhir dari segalanya, melainkan awal dari perjalanan sesungguhnya. Beliau mengingatkan bahwa para santri saat ini merupakan generasi yang diproyeksikan menjadi bagian dari Indonesia Emas sehingga harus memiliki kemampuan bersaing sekaligus ketahanan terhadap berbagai tantangan pemikiran di masa mendatang.

Senada dengan hal tersebut, mudir tanfidzi pesantren al umm putra KH. M. Syuaib Al-Faiz, Lc., M.Si. menyampaikan bahwa tantangan zaman akan terus berubah dan generasi muda harus mampu beradaptasi dengan perkembangan tersebut. Beliau juga mengingatkan agar para santri tidak berkecil hati apabila belum meraih pencapaian tertentu karena setiap orang memiliki waktu berkembang yang berbeda.

Turut hadir dalam acara tersebut, wakil wali Kota Malang Bapak Ali Muthohirin yang menyampaikan pentingnya peran pesantren dalam membangun karakter generasi muda. Beliau menegaskan bahwa dunia saat ini tidak hanya membutuhkan orang-orang cerdas, tetapi juga sosok yang memiliki integritas, kejujuran, dan memegang teguh nilai-nilai Islam.

Beliau berharap para lulusan Pesantren Al-Umm dapat menjadi agen perubahan yang mampu menanamkan serta menyebarkan nilai-nilai Islam di tengah masyarakat.

Sebagai penutup, tausiyah disampaikan oleh Dr. KH. Agus Hasan Bashori, Lc., M.Ag. Beliau mengingatkan pentingnya rasa syukur atas nikmat yang Allah berikan tanpa membandingkan diri dengan orang lain.

Beliau juga menegaskan bahwa aspek terpenting dalam mewujudkan visi Indonesia Emas terletak pada kualitas manusianya. Oleh sebab itu, para santri diharapkan terus mengembangkan diri, memasuki ruang-ruang dakwah modern, serta tetap istiqamah bersama Al-Qur’an.

Mustahil mencapai Indonesia Emas jika kita jauh dari Al-Qur’an.”

Haflut Takhrij ke-6 Pesantren Al-Umm Malang tidak hanya menjadi momen pelepasan para santri, tetapi juga menjadi awal langkah baru dalam mengemban amanah ilmu dan perjuangan yang lebih besar di masa depan. Semoga para lulusan Pesantren Al-Umm menjadi generasi yang berilmu, berakhlak mulia, dan membawa manfaat bagi agama, bangsa, serta umat.

Reporter: Abdurrahman Raihan (santri kelas 10 MA Al Umm)

Editor: Izzu Abdil Barr, B.A. (Humas MA Al Umm)

Leave a Reply

Your email address will not be published.Required fields are marked *